Meneladani Rasulullah SAW dengan Membentuk Keluarga Bahagia

Kajian Awal Tahun 2016, Masjid Baitussalam Tangerang

Ringkasasan Ceramah Ustadah Dra.Kinkin Annida (Sabtu, 2 Januari 2016)

Rumahku Surgaku. Inilah impian setiap orang yang sudah berkeluarga. Namun Bagaimana menjadi Keluarga bahagia ?

Keluarga bahagia adalah keluarga yang dapat mensucikan diri dan membentuk anak yang sholih/sholihah.👪 Qs.30:21. Diawali dengan mencari jodoh atau pasangan berdasarkan Agama dan akhlaknya.

Setelah perNikahan akan ada ketenangan dan ketentraman. Seiiring waktu perubahan dalam pernikahan maka tetap agama dan akhlak yang jadi target untuk membentuk anak sholeh. Perlunya manajemen keuangan keluarga untuk masa depan keluarga…kadangkala karena uang, keluarga menjadi menyimpang dari agama apabila harta tujuan utama.

Lalu Apa saja Ciri-Ciri Keluarga yang Bahagia?
1. Memecahkan masalah besar bukan sebaliknya🌷

Setiap kali ada masalah maka setiap anggota berusaha mencari solusinya bukan saling menyalahkan satu sama lain. Perlu kebesaran hati antar anggota keluarga, khususnya pasangan suami dan istri. Kadangkala saat masalah datang dan ego yang bermain dalam menyelesaikan masalah, maka tidak akan selesai masalah sampai disana. Hasilnya adalah timbulnya masalah baru atau rasa sakit hati. Setiap anggota keluarga yang mampu memberi solusi dan berlapang dada inilah kuncinya.

2. Selalu diAwali  dengan sangka baik dan kepercayaan.

Dikisahkan Aisyah adalah pencemburu tapi bisa menyembunyikan perasaannya. Suatu hari Aisyah mengikuti Rasulullah Saw di malam hari karena cemburunya ditinggal Rasulullah di malam hari. Ternyata Rasulullah pergi ke kuburan dan mendoakan ahli kubur. Tapi Aisyah menyembunyikan perasaannya untuk bertanya kepada Rasulullah saw

3. Keutamaan dalam Keluarga adalah disiplin.

Disiplin sholat 5 waktu. Disiplin dalam tugas dan tanggung jawab.Taat untuk melayani suami khususnya di zona 1 di dalam kamar🌻

4. Nilai nilai dalam Keluarga adalah memberdayakan bukan menjatuhkan.

Secara kemampuan masing masing pasangan semakin meningkat. Bisa dites antar anggota keluarga : sebutkan kebaikan suami atau istri atau anak–> semakin banyak yang bisa disebutkan semakin baik rasa di dalam keluarga. Anak yang dipuji semakin percaya diri. Suami yang dipuji semakin semangat bekerja.

5. Ambisi dari keluarga adalah masuk surga bersama sama. Sebelum masuk surga di akhirat maka wajib kita menciptakan surga di rumah. Misal rumah harus harum atau wangi, setiap masuk ada doa yang diucapkan. Kunci masuk surga adalah SABAR. Sambutlah pasangan jika akan pergi atau baru datang dari bepergian. Jadilah bidadari/bidadara surga yang lembut lisan dan prilakunya.

6. Hati para anggota keluarga adalah cinta walau ada kekurangan.

Cinta kepada keluarga untuk mencapai ridho Ilahi agar masuk surga bersama sama.

Betapa indahnya meneladani Rasulullah SAW. Menulis itu mudah…..merangkum juga mudah……tapi menjalankan apa yang kita dapatkan dari sebuah mutiara Kajian akan lebih indah walaupun berat. Karena disekeliling Surga adalah “semak belukar”…..jalannya Harus Dicapai dengan Penuh Tantangan dan Tekad Membaja. Siapa yang berat melihat “semak” tersebut…..dia akan mundur dan mencari jalan ke tempat lain yang lebih mudah. Tapi malaikat tidak bisa disogok……Hahahah…….dan Malaikat punya catatan mendetil tentang perilaku tiap insan di dunia ini. Jadi mari sama sama kita wujudkan Keluarga yang Bahagia demi mencapai cintaNya

Wallahu’alam bishowab


-- Download Meneladani Rasulullah SAW dengan Membentuk Keluarga Bahagia as PDF --